Usia Ideal Anak Untuk Belajar Bahasa Asing

Di jaman modern, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, merupakan salah satu skill yang sangat dibutuhkan generasi muda agar mereka mampu bersosialisasi dan bersaing di kancah global dan mencetak prestasi yang dikenal luas. Sayangnya, meskipun skill ini penting, banyak orang tua yang tidak memiliki pemahaman baik tentang kapan waktu yang tepat bagi mereka untuk mengijinkan anak-anak mereka belajar bahasa asing. Tidak sedikit peneliti-peneliti bahasa juga berusaha mencari jawaban atas pertanyaan ini. Sayangnya, sejauh ini, belum ada kesimpulan pasti yang menyebut usia terbaik anak untuk belajar bahasa asing. Ini disebabkan karena terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar bahasa asing dari anak. Meskipun demikian, para peneliti telah membuat batasan rentang usia bagi anak-anak yang menurut mereka memiliki kontribusi cukup signifikan terhadap penguasaan bahasa asing anak. Berikut ini adalah beberapa rentang usia ideal bagi anak untuk belajar bahasa asing:

Usia 3 tahun. Pada periode usia ini, anak memiliki kemampuan alami untuk belajar bahasa dan berkembang pesat selama. Beberapa pengalaman guru menunjukkan bahwa usia ideal bagi anak belajar bahasa asing adalah tiga tahun. Namun, berdasarkan pengalaman para guru pula, jika anak belajar bahasa asing di usia ini, harus dipastikan kegiatan pembelajarannya haruslah dibuat menyenangkan. Orangtua harus mendampingi dan menciptakan suasana belajar yang santai. Belajar yang paling efektif adalah melalui lagu, permainan, ataupun menonton program televisi dan film dalam bahasa asing. Mendengarkan dan belajar menyanyikan lagu-lagu asing adalah cara terbaik untuk memperkuat pembelajaran bahasa asing. Orangtua diharapkan juga untuk mendorong putra-putri mereka belajar bahasa asing sebelum usia 11 tahun. Sebab, berdasarkan pengalaman banyak guru, anak di usia 11 tahun ke atas, banyak mengalami kesulitan belajar bahasa asing dibanding sebelum usia tersebut.

Usia 4-10 tahun. Kelompok peneliti di Boston College menyarankan bahwa pelajaran bahasa asing harus dimulai sebelum anak berusia 10 tahun. Hasil penelitian mereka terhadap 670.000 anak yang mereka rilis tahun 2018 menyebutkan bahwa kemampuan belajar bahasa anak mulai melemah di usia dewasa dibanding saat anak-anak. Menurut mereka, otak dapat menyerap bahasa asing secara maksimal justru di usia belia. Inilah mengapa orang dewasa lebih sulit belajar bahasa dibanding anak-anak.

Usia 11-15 tahun. Remaja yang belajar bahasa Inggris sebelum berusia 15 tahun memiliki pengucapan yang lebih baik dibanding anak yang belajar di atas usia tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang mulai belajar bahasa asing pada rentang usia belasan tahun ini memiliki tes kemampuan bahasa yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang belajar di usia 8 tahun.

Usia 16 tahun ke atas. Dalam rentang usia ini, pembelajaran bahasa asing bisa dikatakan tidak semudah pembelajaran direntang usia di bawahnya. Ada banyak hal yang membuat remaja memiliki tantangan yang cukup berat untuk belajar bahasa asing. Pertama, di usia ini, remaja berada pada perkembangan fisik dan psikis yang sangat aktif sehingga aktifitas mereka menjadi sangat banyak. Akibatnya, otak mereka tidak dapat difokuskan untuk belajar pada satu subjek saja yaitu bahasa asing karena mereka memiliki subjek-subjek lain yang juga harus dipikirkan dan dipelajari. Adanya multitasking ini menyebabkan proses belajar bahasa asing menjadi tidak seakseleratif anak-anak usia di bawahnya. Kedua, pada masa ini, otot-otot motorik di sekitar organ bicara telah berada dalam posisi yang fixed (tetap). Semakin tua usia pembelajar, otot-otot tersebut makin tetap dan bahkan makin kaku. Akibatnya, sangat susah bagi mereka yang belajar bahasa asing di rentang usia ini untuk memiliki aksen bicara sama seperti penutur asli bahasa asing karena otot mereka telah terlatih untuk menggunakan bahasa ibu mereka dengan baik. Meskipun demikian, ada satu aspek positif dari seseorang untuk belajar bahasa asing di rentang usia ini. Pada masa ini, mereka telah memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang aspek-aspek kebahasaan universal serta aspek-aspek kebahasaan spesifik seperti aspek kebahasaan bahasa ibu mereka, yang mana pengetahuan ini telah mereka dapatkan di sekolah. Dengan adanya pengetahuan ini, mereka dapat menggunakannya dan menerapkan metode pembelajaran deduktif dengan cara membandingkan sistem kebahasaan universal, system bahasa ibu mereka, dengan sistem kebahasaan bahasa asing yang mereka pelajari untuk menemukan pola-pola khas di system bahasa asing yang sedang mereka pelajari. Dengan ini, mereka dapat menemukan cara mudah untuk mempelajarai bahasa asing tersebut.

Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2020/10/25/163100171/berapa-usia-ideal-anak-belajar-bahasa-inggris-?page=all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: