Oleh: Iqbal Nurul Azhar Beberapa tahun terakhir dunia menyambut kecerdasan buatan sebagai teknologi yang demokratis. AI dipromosikan sebagai alat yang mampu membantu siapa pun untuk belajar, bekerja, menerjemahkan bahasa, hingga mengakses informasi tanpa batas. Narasi tersebut membangun optimisme bahwa AI akan mengurangi kesenjangan pengetahuan dan memperluas kesempatan bagi seluruh masyarakat dunia. Namun, di balik optimisme…
